Gundah dalam Keheningan Malam

Gundah dalam Keheningan Malam
Agus Romadhon Penggaron Kidul, Semarang 1/5/2026

ORBITRAYA.COM, SEMARANG -Dinginnya malam ini menusuk sampai ke tulang  
Tak sanggup memejamkan mata yang letih memandang  
Hanya hayalan semu yang setia menemani  
Di balik selimut tipis, hati kian merintih sendiri

Udara beku jadi saksi gelisahku malam ini  
Ditemani Hemaviton yang esnya mulai menepi  
Kutarik napas panjang, lalu kulepas pelan  
Lewat desah tak beraturan, mencari ketenangan

Sebatang demi sebatang, filter tembakau kubakar  
Asapnya menari, melepas penat yang mengakar  
Dalam sunyi yang menggigit, hanya ada aku  
Dan suara jangkrik yang setia memecah waktu

Ceketetnya mengisi ruang-ruang yang kosong  
Membuat gaduh di tengah sepi yang mengurung  
Nestapa ini bergemuruh di dalam dada  
Seperti ritme liar yang tak tahu ke mana arahnya

Entah sampai kapan aku begini  
Menunggu es Hemaviton mencair tak berbunyi  
Menemani tembakau yang perlahan jadi abu  
Mengisi kekosongan, menabuh genderang kalbu

Di sini aku mengukir sejuta gundah gulana  
Menanti embun pagi jatuh menghapus lara  
Berharap sang surya terbit membawa cahaya  
Meleburkan angkuhnya jiwa yang lelah merana

Biarlah malam ini jadi saksi bisu  
Betapa sunyi tak pernah benar-benar membisu  
Ia bicara lewat dingin, lewat jangkrik, lewat rindu  
Yang tak pernah tahu kapan akan berlalu

#Puisi

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index