ORBITRAYA.COM, SEMARANG -Dinginnya malam ini menusuk sampai ke tulang
Tak sanggup memejamkan mata yang letih memandang
Hanya hayalan semu yang setia menemani
Di balik selimut tipis, hati kian merintih sendiri
Udara beku jadi saksi gelisahku malam ini
Ditemani Hemaviton yang esnya mulai menepi
Kutarik napas panjang, lalu kulepas pelan
Lewat desah tak beraturan, mencari ketenangan
Sebatang demi sebatang, filter tembakau kubakar
Asapnya menari, melepas penat yang mengakar
Dalam sunyi yang menggigit, hanya ada aku
Dan suara jangkrik yang setia memecah waktu
- Baca Juga Kesunyian Malam
Ceketetnya mengisi ruang-ruang yang kosong
Membuat gaduh di tengah sepi yang mengurung
Nestapa ini bergemuruh di dalam dada
Seperti ritme liar yang tak tahu ke mana arahnya
Entah sampai kapan aku begini
Menunggu es Hemaviton mencair tak berbunyi
Menemani tembakau yang perlahan jadi abu
Mengisi kekosongan, menabuh genderang kalbu
Di sini aku mengukir sejuta gundah gulana
Menanti embun pagi jatuh menghapus lara
Berharap sang surya terbit membawa cahaya
Meleburkan angkuhnya jiwa yang lelah merana
Biarlah malam ini jadi saksi bisu
Betapa sunyi tak pernah benar-benar membisu
Ia bicara lewat dingin, lewat jangkrik, lewat rindu
Yang tak pernah tahu kapan akan berlalu