ORBITRAYA.COM, Semarang – Kondisi Sungai Kali Babon yang terletak di Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, saat ini semakin memprihatinkan.
Pendangkalan akibat sedimentasi, tumbuhan liar, serta tumpukan sampah membuat aliran sungai menjadi dangkal dan menyempit, Rabu (18/2/2026).
Warga sekitar mengaku khawatir kondisi tersebut berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan tiba. Beberapa rumah bahkan sudah beberapa kali terdampak luapan air sungai.
“Kami sudah lama meminta pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai, tapi belum ada tindakan nyata,” ujar Nuryati, salah seorang warga.
Pendangkalan sungai tidak hanya meningkatkan risiko banjir, tetapi juga berdampak pada kerusakan lingkungan dan terganggunya aktivitas masyarakat. Warga yang rumahnya kerap kemasukan air berharap adanya langkah konkret dari pemerintah.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai agar kami dapat hidup dengan aman dan nyaman,” tambah warga lainnya.
Ketua DPRt PSI Penggaron Kidul, Agus Romadhon, mengatakan bahwa Sungai Kali Babon merupakan salah satu sungai penting di Semarang yang berfungsi sebagai saluran drainase dan irigasi. Namun, kondisi saat ini dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Menurutnya, pendangkalan sungai serta banyaknya pohon liar di bantaran sungai menjadi faktor utama penyebab luapan air yang masuk ke permukiman warga. Ia mencatat, banjir akibat luapan sungai terjadi cukup parah pada tahun 2021 dan 2023, serta kembali berulang beberapa kali pada 2026.
“Masyarakat Pedurungan dan sekitarnya tidak ingin lagi mengalami banjir dan kerusakan lingkungan akibat pendangkalan sungai. Kami mendesak pemerintah segera merealisasikan normalisasi Sungai Kali Babon,” tegas Agus.
Warga Kelurahan Penggaron Kidul berharap aspirasi mereka segera didengar dan ditindaklanjuti, demi mencegah dampak yang lebih besar di kemudian hari.