ORBITRAYA.COM, TEMBILAHAN - Sambu Group kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan dalam ajang bergengsi TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan di Hotel Raffles Jakarta, Senin 2 Mei 2026.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi Sambu Group dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
TOP CSR Awards adalah ajang penghargaan perusahaan paling bergengsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga pakar. Penghargaan ini diberikan kepada korporasi yang dinilai berhasil menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berdampak nyata, selaras dengan strategi bisnis, serta mengadopsi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang berpedoman pada ISO 26000.
Ajang penghargaan tahun ini mengusung tema “Aligning CSR and ESG to Create Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”, yang menekankan pentingnya penyelarasan strategi bisnis dengan praktik keberlanjutan untuk menciptakan nilai perusahaan jangka panjang sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang bergerak di bidang agroindustri kelapa terintegrasi dan telah beroperasi lebih dari lima dekade di Indonesia, Sambu Group menjalankan aktivitas utama berupa pengolahan kelapa menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah yang dipasarkan ke pasar domestik maupun global. Model bisnis perusahaan terhubung erat dengan ekosistem perkebunan kelapa rakyat, sehingga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan usaha.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian dewan juri independen yang terdiri dari berbagai profesional dan akademisi, yakni Dra. Melani K. Harriman selaku CEO Melani K. Harriman & Associates, Ir. Thendri Supriatno dari Masyarakat Investor Independen/CFCD, Prof. Satya Arinanto selaku Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, serta Anis J. Boesra sebagai Founder Kepak Sayapku.
Corporate Communication Manager Sambu Group, Dwianto Arif, menyampaikan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi inti perusahaan dalam menjalankan operasional bisnis. “Keberlanjutan menjadi bagian dari pengelolaan risiko bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang,” ujar Dwianto Arif.
Dwianto Arif menerangkan “Wilayah operasional utama Sambu Group yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, memiliki karakteristik wilayah pesisir dan rawa yang rentan terhadap abrasi, banjir rob, dan intrusi air laut. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produktivitas perkebunan kelapa masyarakat sekaligus ketahanan rantai pasok Perusahaan”.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial, Sambu Group mengembangkan program CSR unggulan berupa pembangunan tanggul pesisir sebagai strategi adaptasi perubahan iklim. Program tersebut bertujuan melindungi lahan perkebunan kelapa, mengurangi dampak banjir rob, menjaga produktivitas lahan, serta melindungi kawasan pemukiman masyarakat pesisir.
“Program pembangunan tanggul tidak hanya bagian dari manajemen risiko, namun juga berdampak bagi ekonomi social masyarakat. Tanggul selain berfungsi sebagai pelindung dari ancaman alam, juga bisa dimanfaatkan sebagai jalan bagi masyarakat. Baik untuk membawa hasil panen, maupun kebutuhan akses ekonomi dan sosial dari satu titik ke lokasi lainnya,” tambah Dwianto Arif.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi bersama masyarakat lokal dengan mengedepankan semangat gotong royong dan keberlanjutan.
“Kami mengembangkan ekosistem kelapa yang secara bersamaan menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” tutup Dwianto Arif.
Melalui penghargaan ini, Sambu Group menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan praktik bisnis berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan ekosistem kelapa di Indonesia.