ORBITRAYA.COM, TEMBILAHAN – Pihak manajemen RSUD Puri Husada Tembilahan akhirnya mengambil tindakan terhadap oknum cleaning service (CS) yang diduga memarahi pasien.
Plt Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr. H. Udin Syafrudin, M. Kes, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil oknum CS bersangkutan dan memberikan teguran sebagai langkah awal pembinaan.
Menurutnya, peristiwa itu bermula saat CS menegur terkait air yang meluap dari keran. Namun, cara penyampaian yang dinilai kurang tepat diduga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien.
“Benar, yang bersangkutan sudah kami panggil. Kami berikan pembinaan terlebih dahulu. Jika mengulangi, akan diberikan surat peringatan, bahkan bisa sampai dirumahkan,” ujar dr. Udin via telepon WhatsApp, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, pihak manajemen juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam mengambil keputusan, mengingat sulitnya mencari pekerjaan saat ini.
Atas kejadian tersebut, dr. Udin mewakili manajemen RSUD Puri Husada Tembilahan menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan keluarga yang terdampak, khususnya yang diduga mengalami tekanan psikis.
“Kami memohon maaf jika terjadi perkataan yang tidak pantas. Ini menjadi evaluasi bagi kami agar pelayanan ke depan lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, terkait persoalan WC yang diduga mampet hingga menyebabkan air meluap ke ruang pasien, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa kondisi tersebut kerap terjadi akibat penggunaan yang tidak semestinya.
Disebutkan, berbagai benda seperti kain, tisu, hingga sampah sering ditemukan menyumbat saluran, sehingga memicu kebocoran dan genangan air.
“Kalau mampet, pasti kami perbaiki. Itu memang menjadi tanggung jawab kami. Tapi sering juga terjadi karena ada benda-benda yang tidak semestinya dimasukkan ke dalam WC,” imbuhnya.